CISDI

ILUSI ANGKA KEMISKINAN

Konsumsi Tembakau Berisiko Tambah 8,8 juta Penduduk MiskinCatatan kebijakan ini berdasarkan penelitian CISDI terbaru tentang efek pemiskinan akibat konsumsi tembakau di Indonesia (2022)

Efek Pemiskinan Akibat Konsumsi Tembakau di Indonesia

Rumah tangga perokok mengalokasikan 11% anggarannya belanjanya untuk rokok dan produk tembakau lain. Sejatinya belanja tersebut dapat dipandang sebagai belanja yang mubazir karena: (1) belanja rokok tidak berpengaruh pada pemenuhan  kalori, (2) belanja rokok mengalihkan anggaran yang semestinya dapat dibelanjakan untuk kebutuhan pokok, (3) belanja rokok berisiko meningkatkan biaya kesehatan dan menurunkan produktivitas. Bila belanja rokok dan biaya kesehatan untuk penyakit akibat rokok dipandang sebagai sumber daya yang hilang dan tidak diperhitungkan dalam total pengeluaran, …

Efek Pemiskinan Akibat Konsumsi Tembakau di Indonesia Read More »

Efek Crowding-out Konsumsi Tembakau di Indonesia

Konsumsi tembakau di Indonesia tergolong tinggi; enam dari sepuluh rumah tangga memiliki belanja tembakau. Rumah tangga dengan perokok mengalihkan porsi yang cukup besar (11%) dari anggaran belanjanya untuk membeli rokok dan produk tembakau lain. Studi ini menemukan bahwa belanja tembakau mengurangi alokasi belanja rumah tangga untuk komoditas esensial seperti belanja untuk makanan, sandang, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Simulasi menunjukkan bahwa mengurangi belanja tembakau berpotensi meningkatkan belanja rumah tangga untuk kebutuhan pokok secara signifikan. AuthorI Dewa …

Efek Crowding-out Konsumsi Tembakau di Indonesia Read More »

DARI TEMBAKAU KE SEMBAKO

Mengurangi Belanja Rokok Berpotensi Tambah Belanja Kebutuhan Pokok Secara SignifikanCatatan kebijakan ini didasarkan pada penelitian CISDI tentang efek crowding-out konsumsi tembakau di Indonesia (2022)

Diskusi Publik: Ilusi Kemiskinan dan Pengalihan Belanja Rumah Tangga karena Konsumsi Rokok

CISDI bekerja sama dengan University of Illinois Chicago (UIC) dan Campaign for Tobacco-Free Kids (CTFK) melakukan penelitian terkait dampak belanja tembakau terhadap pola alokasi belanja rumah tangga (crowding-out effect) dan tingkat kemiskinan di Indonesia (impoverishing effect). Diseminasi dari 2 studi ini diharapkan semakin menambah bukti ilmiah dan memperkaya diskursus untuk mendukung kebijakan pengendalian tembakau yang lebih efektif di Indonesia.