Video

Webinar KBR : Ekonom Bicara Cukai Rokok

Hingga saat ini tingkat konsumsi rokok di Indonesia terbilang tinggi. Alih-alih berhenti merokok, malah memungkinkan konsumen membeli rokok dengan harga murah, dikarenakan banyaknya variasi harga rokok yang ada di pasaran. Peralihan konsumsi rokok dari mahal ke murah juga ditandai dengan semakin maraknya penggunaan rokok tingwe/linting dewe, hal ini mengakibatkan tujuan pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia menjadi tidak optimal dan kenaikan cukaipun menjadi tidak efektif. Sebagai faktor yang berkontribusi besar untuk menentukan harga rokok, kebijakan tarif …

Webinar KBR : Ekonom Bicara Cukai Rokok Read More »

Diskusi Publik: Ilusi Kemiskinan dan Pengalihan Belanja Rumah Tangga karena Konsumsi Rokok

CISDI bekerja sama dengan University of Illinois Chicago (UIC) dan Campaign for Tobacco-Free Kids (CTFK) melakukan penelitian terkait dampak belanja tembakau terhadap pola alokasi belanja rumah tangga (crowding-out effect) dan tingkat kemiskinan di Indonesia (impoverishing effect). Diseminasi dari 2 studi ini diharapkan semakin menambah bukti ilmiah dan memperkaya diskursus untuk mendukung kebijakan pengendalian tembakau yang lebih efektif di Indonesia.

STOP ADIKSI ROKOK PADA ANAK INDONESIA

Meningkatnya prevalensi perokok muda di Indonesia disinyalir disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari harga rokok yang masih sangat murah dan bisa dibeli secara eceran, masifnya iklan, promosi, dan sponsor, serta lingkungan yang masih sangat lumrah merokok di sekitar anak-anak. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyatakan bahwa terjadi peningkatan prevalensi perokok anak, yaitu usia 10 – 18 tahun sebesar 1,9% dari tahun 2013 (7,2%) ke tahun 2018 (9,1%). Satu-satunya harapan penekanan prevalensi perokok anak ada pada …

STOP ADIKSI ROKOK PADA ANAK INDONESIA Read More »