Suara Anak Muda : Stop Manipulasi Zat Adiktif Tembakau Indonesia

Hari ini IYCTC mengadakan acara konferensi pers dimana IYCTC mengadakan acara Youth Summit dimana ada kompetisi dan advokasi yang mereka adakan mengenai Tobacco Controll. advokasi pertama bertema untuk melindungi hak kesehatan anak muda, dimana saat iklan rokok bebas dipublish di indonesia maka perlunya menekan iklan rokok dan advoksi untuk mendorong agar kebijakan pemerintah dalam aturan larangan merokok dapat ditegakkan, masalah yang ditimbulkan oleh rokok dan kebijakanya agar anak-anak tidak bisa mendapatkan akses untuk merokok.

Alasan perokok anak di indonesia masih banyak yaitu karena aksesnya mudah,  harganya murah, pengaruh lingkungan yaitu dari teman dan orang sekitar yang merokok dapat mempengaruhi anak untuk merokok, dan pengaruh orang tua yang merokok di depan anaknya (ungkap jordan vegard ahar dari forum anak kota ambon). disamping itu jordan juga melakukan investigas mengenai rokok elektronik di kota ambon dengan mendapatkan ada 7 toko rokok elektronik dan salah satunya di wawancarai dengan hasil kalau membuka toko rokok elektronik hanya membutuhkan izin untuk membuka toko dan  “tidak adanya regulasi yang mengatur tentang rokok elektronik” sehingga Jordan berharap adanya regulasi yang mengatur tentang kawasan tanpa rokok dan penegakannya termasuk mengenai rokok elektronik.

Aeshnina azzahra aqilani perwakilan dari anak muda memberikan pandangan bahwa rokok konvensional maupun rokok elektronik itu tidak berguna melainkan merugikan karena mengandung zat yang berbahaya, dan dia berpendapat bahwa kita sebagai makhluk hidup mempunyai hak atas lingkungan yang bersih dan sehat.

Sarah dari gerakan indonesia diet plastik juga memberikan “pandangan kaum muda menganai dampak lingkungan dari permasalahan rokok” dimana rokok mengandung partikel yang terbuat dari plastik yang dapat membahayakan kesehatan. plastik yang terdapat dibungkus atau dirokok tentu sangat membahayakan kesehatan dan lingkungan. pada saat ini dengan adanya rokok elektronik dengan alasan untuk berhenti rokok konvensional padahal rokok elektronik lebih berbahaya dari rokok konvensional dimana kalau tidak bisa mengelola liquid dengan baik bisa mempengaruhi kualitas tanah, udara, dan air.

Hal ini disebabkan oleh nihilnya tanggung jawab industri rokok dalam permasalahan limbah produk yang mereka hasilkan

Divisi Kampanye Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia
Jakarta, 18 Mei 2022