Manuver Berhenti Merokok Saat Tanggung Jawab Keluarga Mengubah Segalanya 

Melalui akun Instagram pribadinya kevinrachae, beliau dikenal sebagai influencer yang aktif membagikan konten edukasi tentang kehidupan keluarga muda. Bersama istrinya, beliau kerap menghadirkan konten yang hangat, jujur, dan dekat dengan keseharian mulai dari relasi suami istri hingga pengasuhan anak. Respons positif pun terus mengalir, karena banyak yang merasa cerita mereka relevan dan membuka sudut pandang baru.

Namun, di balik konten yang terlihat sederhana itu, ada satu keputusan besar yang mengubah hidupnya untuk berhenti merokok.

Kisah ini beliau ceritakan ketika diundang dalam podcast Teman Makan Siang. Dalam obrolan yang santai namun penuh refleksi, beliau mengajak pendengar melihat bahwa merokok bukan lagi sekadar kebiasaan, melainkan kecanduan yang membawa dampak luas terutama ketika seseorang sudah berkeluarga.

Ketika seseorang sudah berkeluarga, merokok tidak lagi bisa dilihat sekadar sebagai kebiasaan, melainkan sebuah kecanduan yang berdampak luas. Sifat adiktifnya membuat seseorang sulit berhenti dan cenderung melakukannya berulang kali, di berbagai situasi, bahkan tanpa disadari. Dampaknya pun tidak berhenti pada diri sendiri. Orang-orang terdekat, seperti pasangan dan anak, dapat ikut terpapar baik sebagai perokok pasif maupun melalui residu berbahaya (third-hand smoke) yang menempel di pakaian, kulit, dan permukaan benda.

Beliau menyadari perubahan perspektif ini setelah berkeluarga. Ia melihat bahwa keputusan yang dulu dianggap personal ternyata memiliki konsekuensi bagi orang-orang yang ia cintai.

“Dulu saya berpikir kalau merokok itu risikonya hanya ke diri saya sendiri. Tapi setelah punya istri dan anak, saya sadar mereka juga bisa terdampak. Di situ saya merasa, saya harus berhenti saya tidak mau membawa mereka ikut terkena risikonya,” ujarnya dalam podcast Teman Makan Siang.

Selain soal kesehatan, beliau juga menyoroti bagaimana merokok sering kali dikaitkan dengan tekanan hidup dan kondisi ekonomi. Namun menurutnya, alasan tersebut justru perlu dilihat secara lebih bijak, terutama bagi seorang kepala keluarga.

“Hidup memang tidak selalu mudah, ekonomi juga bisa lagi berat. Tapi bukan berarti uang yang susah kita cari itu justru kita bakar dan jadi racun. Kalau lagi sulit, seharusnya kita cari solusi, bukan menambah masalah,” ungkapnya.

Melalui konten-konten yang beliau buat bersama istrinya, beliau ingin menunjukkan bahwa membangun keluarga yang sehat bukan hanya soal hal besar, tetapi juga tentang keputusan-keputusan kecil sehari-hari termasuk memilih untuk berhenti merokok.

Untuk mendengar cerita lengkap, refleksi pribadi, dan perjalanan berhenti merokoknya secara lebih mendalam, simak perbincangan tersebut di video  podcast Teman Makan Siang

Scroll to Top