Hubungan Pembelian Rokok Eceran dengan Frekuensi, Intensitas dan Inisiasi Merokok di Kalangan Remaja: Sebuah Studi Metode Campuran di Indonesia

Adanya penjualan rokok murah secara eceran dan merebaknya pedagang informal yang menjual rokok eceran menjadi tantangan dalam mengurangi konsumsi tembakau di kalangan remaja Indonesia. Temuan kuantitatif kami menunjukkan bahwa pembelian rokok eceran dalam 30 hari terakhir berkorelasi signifikan dengan merokok 20 hari atau kurang dari sebulan terakhir, mengonsumsi lima batang rokok atau kurang per hari dan memiliki ketergantungan nikotin yang lebih rendah.

Pola merokok pada remaja ini dapat diartikan bahwa pengguna rokok eceran berada di fase eksperimen menurut lima tahap kecanduan nikotin. Sementara, temuan kualitatif kami mengungkap 7 dari 10 siswa membeli rokok eceran saat mencoba merokok untuk pertama kalinya, siswa menghabiskan setidaknya separuh uang saku mingguan mereka untuk produk tembakau, berkisar dari Rp30.000 hingga Rp200.000, jumlah ini setara dengan separuh dari pengeluaran per kapita mingguan rata-rata penduduk Indonesia.

Penulis :
1. Gea Melinda 2. Fariza Zahra Kamilah 3. Syifa Rizki Amelia 4. Sofwatun Nida 5. Muhammad Anugrah Saputra 6. Iman Mahaputra Zein 7. Dian Kusuma 8. Vid Adrison


This will close in 600 seconds

Konsultasi Klinik Hukum
Tutup
Scroll to Top
Aktifkan Notifikasi ProTC OK Tidak