Promosi rokok dan vape semakin masif di ruang digital melalui konten estetik, soft selling, dan influencer, membuat perilaku merokok tampak normal dan menarik bagi anak muda. Penelitian ITCRN 2025 menemukan bahwa lebih dari 76% remaja terpapar konten rokok/vape di Instagram dan TikTok, dan paparan ini berhubungan signifikan dengan meningkatnya intensi mencoba merokok.
Konten vape bahkan melonjak ekstrem pada Agustus–September 2025 dan didominasi pemasaran transaksional oleh akun toko. Sementara itu, pengawasan pemerintah masih tertinggal akibat celah regulasi dan lemahnya koordinasi lintas sektor.
Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi, teknologi deteksi otomatis, dan kampanye alternatif berbasis remaja untuk melindungi generasi muda dari manipulasi industri.
Baca selengkapnya di bawah ini

